Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

MEDIA DALAM KOMUNIKASI MASSA “TELEVISI”

• Pengertian Televisi
Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam putih) maupun warna, "Televisi" juga dapat diartikan sebagai kotak televisi, Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele (jauh) dari bahasa Yunani dan visio (penglihatan, pandangan) dari bahasa Latin. Sehingga televisi dapat diartikan sebagai telekomunikasi yang dapat dilihat dari jarak jauh. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.

• Sejarah Televisi
Sebagaiman siaran radio, penemuan televise telah melalui berbagai eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuan akhir abad 19 dengan dasar penelitian yang dilakukan oleh James Clark Maxwell dan Heinrich Hertz, serta penemuan Macaroni pada tahun 1890. Paul Nipkow dan William Jenkins melalui eksperimennya menemukan metode pengiriman gambar melalui kabel. Televise sebagai pesawat transmisi dimulai pada tahun 1925 dengan menggunakan metode mekanikal dari Jenkins. Pada tahun 1928 General Electronic Campany mulai menyelenggarakan acara siaran televise secara regular. Pada tahun 1939 Presiden Fanklin D. Roosevelt tampil dilayar televise. Sedangkan siaran televise komersial di Amerika dimulai pada 1 September 1940.

• Siaran Televise di Indonesia
Kegiatan penyiaran melalui media televise di Indonesia dimulai pada Tanggal 2 Agustus 1962, bertepatan dengan dilangsungkannya pembukaan Pesta Olahraga se-Asia IV di Senayan. Sejak itu pula TVRI yang digunakan sebagai station call hingga sekarang (Effendi, 1993:54). Sejalan dengan kepentingan pemerintah dan keinginan rakyat Indonesia, maka 16 Agustus 1976 Presiden Soeharto meresmikan penggunaan satelit Palapa untuk telekomunikasi dan siran televise. Sejak Tahun 1989 TVRI mendapat saingan televisi lainnya yakni RCTI yang bersipat komersial. Secara berurut-turut berdiri stasiun televisi seperti SCTV, TPI, ANTV, Indosiar, Trans TV, TV7 dan yang lain hingga sekarang bermunculan juga siaran televisi lokal.
Meskipun 11 stasiun televise sedah beroperasi, tetapi televise siaran tidak akan pernah menggeser kedudukan Radio siaran, karena Radio siaran memiliki karakteristik tersendiri. Televise siaran dan radio siaran, juga media lainnya berperan saling mengisi. Televise siaran hanya menggeser radio siaran dalam porsi iklan.

• Fungsi televisi
Fungsi dari televise sama dengan fungsi media massa lainnya (surat kabar dan radio siaran), yakni member informasi, mendidik, menghibur dan membujuk. Tetapi fungsi menghibur lebih dominan karena pada umumnya tujuan utama khalayak menonto televise adalah untuk memperoleh hiburan, selanjutnya untuk memperoleh informasi.

• Karakteristik Televisi
Audiovisual
Televisi memiliki kelebihan, yakni dapat didengar sekaligus dapat dilihat (audiovisual). Jadi, apabila khalayak radio siaran hanya dapat mendengar kata-kata, music, dan efek suara, maka khalayak televise dapat melihat gambar yang bergerak. Namun demikian, tidak berarti gambar lebih penting daripada kata-kata. Keduanya harus ada kesesuaian secara harmonis.
Berpikir dalam gambar
1. Visualization: menterjemahkan kata-kata yang mengandung gagasan yang menjadi gambar secara individual.
2. Picturization: kegiatan merangkai gambar-gambarn individual sedemikian rupa, sehingga kontinuitasnya mengandung makna tertentu.
Pengoprasian lebih kompleks
Dibandingkan dengan radio siaran, pengoprasian televise siaran lebih kompleks, dan lebih banyak melibatkan orang. Untuk menayangkan acara siaran berita yang dibawakan oleh dua orang pembaca berita saja dapat melibatkan 10 orang.

• Jenis Televisi
Televisi Analog
Televisi analog adalah jenis televise yang menggunakan transmisiter untuk menyiarkan sinyal gambar, suara dan data ke pesawat televise. Televise analog biasanya gambarnya kurang jelas dan gelombang siaranyapun terbatas.
Televisi Digital
Televisi digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.
Televise digital memiliki karakteristik: TV Digital memiliki hasil siaran dengan kualitas gambar dan warna yang jauh lebih baik dari yang dihasilkan televisi analog. Sistem televisi digital menghasilkan pengiriman gambar yang jernih dan stabil meski alat penerima siaran berada dalam kondisi bergerak dengan kecepatan tinggi. TV Digital memiliki kualitas siaran berakurasi dan resolusi tinggi. Teknologi digital memerlukan kanal siaran dengan laju sangat tinggi mencapai Mbps untuk pengiriman informasi berkualitas tinggi.
• Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam TV

a. Pemirsa
Dalam setiap bentuk komunikasi, melelui media apapun, komunikator akan menyesuaikan pesan dengan latar belakang komunikannya. Namun untuk komunikasi melalui media elektronik, khususnya televise, factor pemirsa perlu mendapat perhatian lebih. Dengan begitu komunikator harus memahami kebiasaan dan minat pemirsa baik yang termasuk kategori anak, remaja, dewasa maupun orang tua. Kebiasaan dan minat tiap kategori kelompok pe-mirsa, biasanya diketahui memalaui survey karena hal ini berkaitan dengan materi pesan dan jam penayangan. Jadi setiap acara yang ditayangkan benar-benar berdasarkan kebutuhan pemirsa.
b. Waktu
Komunikator haru menyesuaikan waktu penayangan dengan minat kebiasaan pemirsa. Factor waktu menjadi bahan pertimbangan, agar setiap acara dapat ditayangkan secara professional dan dapat diterima oleh khalayak sasaran.
c. Durasi
Durasi berkaitan dengan waktu, yakni jumlah menit dalam setiap tayangan acara. Durasi dari masing-masing acara disesuaikan dengan jenis acara dan tuntutan skrip atau naskah. Yang penting, dengan durasi tertentu, tujuan acara tercapai. Suatu acara tidak akan mencapai sasaran karena durasi terlalu singkat atau terlalu lama.
d. Metode penyiaran
Metode penyiaran disini adalah bagaimana komunikator dapat mengemas pesan sedemikian rupa, dengan menggunakan metode penyajian tertentu dimana pesan nonhiburan dapat mengundang unsur hiburan karena diketahui fungsi utama televise menurut khalayak pada umumnya adlah untuk menghibur, selanjutnya informasi. Tetapi tidak berarti fungsi mendidik dan membujuk dapat diabaikan.
• Trend Televisi
• Copycat : Sukses suatu program acara pada media televisi seringkali diikuti oleh stasiun televisi lain dengan acara yang sejenis. Contoh acara-acara copycat adalah “Hidayah” (RCTI) yang meniru “Rahasia Ilahi” (TPI).
• Franchise : Suatu acara yang sukses dinegara asalnya sehingga dibuat versi negara lain. Contoh acara-acara franchise adalah “Who Wants To Be A Millionaire” (RCTI, ANTV), “Indonesian Idol” (RCTI) dan banyak lainnya

Hani Hadiyanti

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

Anonim mengatakan...

hmmmmm....nampak elok kalee... yaPZzzz... awak nan suka belog neeh..... kunjungi belog awak juga ya.... http://dindotea.blogspot.com/

ehm3 CoMmis Creativefive mengatakan...

ea ntr awak kunjungi blog anda,,, hihihihii